Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Unswagati

Informed Consent / Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP)

Informed Consent pada Penelitian dengan Subyek Manusia

Dalam Penelitian yang menggunakan Subyek Manusia, Informed Consent merupakan bagian yang penting dalam melindungi subyek. Informed Consent merupakan formulir yang berisi informasi mengenai penelitian, termasuk didalamnya perlakuan, resiko dan manfaat, prosedur, kompensasi, kerahasiaan, kesukarelaan, kemudahan mengundurkan diri, tanggung jawab pengobatan, tanggung jawab pelatihan, dan pengaduan jika ada ketidak sesuaian. sesuai dengan International Ethical Guidelines for Health-related Research Involving Humans dari Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) bekerjasama dengan WHO, Informed Consent harus dibuat untuk melindungi subyek, dan memastikan keamanan subyek. karenanya penting untuk mengikuti Guide line untuk informed Consent yang baik. berikut ini adalah Guide pembuatan Informed konsent bagi peneliti yang akan mengajukan telaah etik KEPK FK UGJ

Pelatihan (Good Clinical Practice)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan riset dibidang kesehatan tidak lepas dari keterlibatan manusia sebagai subyek penelitian. Karenanya perlu adanya peningkatan pengetahuan mengenai cara uji klinis yang baik. Pedoman Uji Klinik yang baik (CKUB) adalah standar kualitas etik dan ilmiah internasional untuk mendesain, melaksanakan, mencatat dan melaporkan uji klinik yang melibatkan partisipasi manusia sebagai subyek penelitian. Kepatuhan akan standar ini memberikan kepastian kepada publik bahwa hak, keamanan dan kesejahteraan subyek uji klinik dan data uji klinik dapat dipercaya.

Sambutan Sekaligus Pembukaan Oleh rektor FK UGJ

Pada tanggal 7 – 9 februari 2019 yang lalu fakultas kedokteran universitas Swadaya gunung jati telah mengadakan pelatihan GCP. dengan mengundang ketua KEPPKN Kementrian Kesehatan dan Badan Pengawas obat dan Makanan RI. Pelatihan ini merupakan program interaktif yang akan mencakup: Peran dan Tanggung Jawab KEPK, Prinsip GCP Menurut WHO, Regulasi Uji Klinik, Peran Peneliti, Manajemen Uji Klinik, Peran Sponsor, Fasilitas dalam Uji Klinik, Dokumen Uji Klinik, Persetujuan Setelah Penjelasan (Informed Konsent)

Pelatihan ini dibukan oleh rektor dan dihadiri oleh dosen, internal dan eksternal FK UGJ, unsur pimpinan dan Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung jati. Pelatihan Berlangsung selaman 3 Hari. mulai Pkl 08.00 – 17.00