PENGUMUMAN TEKNIS UJIAN ONLINE GEL 2 PMB FK UGJ TA 2020

PENGUMUMAN TEKNIS UJIAN ONLINE GEL. II

Berdasarkan Surat Edaran Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) tentang Perpanjangan dan Pedoman Penyelenggaraan WFH dan SFH KBM Online, dimana termasuk di dalamnya mengenai penyesuaian penyelenggaraan PMB, maka berikut beberapa hal penting terkait proses seleksi PMB Fakultas Kedokteran UGJ TA 2020.

  1. Tes Akademik dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal 4 Mei 2020 pukul 09.00 WIB menggunakan sistem CBT online, sehingga peserta seleksi PMB dapat mengikuti tes dari rumah masing-masing.Untuk membiasakan peserta dengan sistem CBT online, diadakan Try Out CBT Online yang WAJIB diikuti seluruh peserta PMB FK UGJ pada Hari Minggu Tanggal 3 Mei 2020 pukul 09.00 WIB. Tata cara dan teknis pelaksanan CBT online dapat dilihat pada Pedoman Teknis Pelaksanaan Try Out dan Tes Akademik Online.
  2. Tes Butawarna dilakukan secara mandiri oleh peserta di fasilitas kesehatan milik pemerintah ataupun swasta yang terpercaya di daerah masing-masing, hasilnya discan dan dikirim melalui Whatsapp ke nomor +62 812-2434-5534 paling lambat Hari Rabu tanggal 6 Mei pkl 22.00 WIB. File scan diberi nama dengan format Nama_No.tes PMB.
  3. Psikotes dilaksanakan secara online menggunakan CBT online pada Hari Selasa Tanggal 5 Mei 2020 pukul 09.00 WIB. Tata cara pelaksanaan tes dapat dilihat pada Pedoman Teknis Pelaksanaan Try Out dan Tes Akademik Online.
  4. Pelaksanaan seleksi wawancara dilaksanakan secara online dengan menggunakan aplikasi zoom berdasarkan hasil tes akademik, butawarna dan psikotes.
  • Pengumuman nama yang lulus mengikuti seleksi wawancara dapat dilihat di website pada tanggal 8 Mei 2020.
  • Seleksi wawancara secara online dilakukan pada tanggal 11 Mei 2020.
  1. Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus menjadi mahasiswa FK pada tanggal 12 Mei 2020 melalui website FK. Her registrasi dilakukan mulai tanggal 15 Mei – 6 Juni 2020 melalui cara pembayaran yang telah ditentukan.
  2. Pelaksanaan tes kesehatan meliputi pemeriksaan fisik dan narkoba ditunda dan akan diinfokan kembali pelaksanaannya.
  3. Untuk membantu masalah teknis selama pelaksanaan tes secara online berlangsung, dapat menghubungi kontak sebagai berikut:

+62 853-1400-0845

+62 812-2434-5534

+62 812-2434-5536

FILE PEDOMAN TEKNIS UJIAN ONLINE

Fakultas Kedokteran Unswagati menyelenggarakan seminar dan workshop “Potensi Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”

“Kalau anak demam olesi saja bawang merah dan minyak ke badan, sakit tenggorokan minum air rebusan jahe, atau kalau enggak enak badan minumlah jamu.”

Begitulah masyarakat Indonesia yang hingga sekarang begitu percaya akan kehebatan obat tradisional atau herbal. Di Nusantara ini juga ada 30.000 spesies tanaman obat, dari 40.000 yang ada di dunia. Kekayaan hayati tersebut membuat Indonesia menjadi negara paling kaya di dunia.

Untuk semakin mengembangkan potensi pemanfaatan obat herbal terutama yang khas Indonesia, brand jamu ternama Sido Muncul mengadakan ‘Seminar Herbal.’ Seminar ini diselenggarakan hasil kerjasama Sido Muncul dengan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Ikatan Dokter Indonesia, serta Ikatan Apoteker Indonesia pada Sabtu (29/2).

Tema yang diangkat pada seminar yang sudah dilaksanakan untuk ke-46 kalinya ini; yaitu “Potensi Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat.” Seminar ini diikuti oleh 130 dokter, 101 apoteker, dan 29 undangan.

Acara yang berlangsung mulai jam 08.30 WIB tersebut, dibuka oleh sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Unswagati dr, M.Med.Ed Catur Setiya Sulistiyana.

“Obat herbal atau tradisional berbeda dengan medis. Penyakit medis disebabkan bakteri, kuman, dan jamur yang disembuhkan dengan obat kimia. Sementara pengobatan herbal bisa digunakan untuk segala macam penyakit, dan pemakaiannya tak bisa dihindari. Misalnya, saya pernah memimpin penelitian soal efek mengkudu terhadap pengobatan hipertensi. Hasilnya ternyata mengkudu bisa menurunkan hipertensi tersebut,” ungkapnya saat kumparan temui, usai acara Seminar Herbal, yang diadakan di auditorium kampus IV Fakultas Kedokteran Unswagati, Cirebon.

Pengobatan herbal ini rupanya juga jadi konsentrasi Unswagati. Catur mengaku, mahasiswanya sedang banyak melakukan penelitian terutama soal obat herbal. Penelitian ini masuk dalam program kearifan lokal yang dilakukan oleh Unswagati.

Konsistensi yang sedang dibangun oleh Unswagati terebut sejalan dengan misi Sido Muncul yang ingin obat herbal bisa eksis di dunia internasional.

“Dasarnya kedatangan kami selalu untuk bekerjasama dengan kedokteran Indonesia. Supaya mereka juga berpartisipasi dengan pengusaha-pengusaha obat tradisional. Ini sesuai dengan misi FK Unswagati yang mau mengembangkan kearifan lokal. Pemanfaatan herbal ini keuntungannya banyak, salah satu negeri ini sumber hayati terbanyak, semakin banyak kalangan akademisi yang ikut maka semakin baik. Bermanfaat untuk kesehatan dan negeri kita sendiri,” jelas Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Dukungan terhadap obat herbal khas Indonesia juga dinyatakan Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc. selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI. Maya mengatakan, BPOM kerap memberikan pendampingan dengan menggandeng ‘bapak angkat’ perusahaan seperti Sido Muncul.

“Para produsen yang mungkin masih kecil-kecil itu kita berikan pendampingan. Kita minta ada beberapa industri yang menjadi bapak angkat, salah satunya Sido Muncul. Mereka memberikan training soal jamu gendong, belajar mengenai sanitasinya, cara pembuatan, produksi, pembibitan, pengeringan, hingga cara menyajikannya yang baik,” tutur Maya.

Produk Sido Muncul di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Cirebon. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Saran untuk mengonsumsi produk herbal juga digencarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A (K)., M.Kes., MH.Kes. selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI mengatakan, obat herbal bisa jadi upaya pencegahan agar tak sakit terutama di tengah banyaknya orang yang saat ini imunitasnya sedang menurun.

“Saat ini kita membutuhkan obat herbal yang bersifat imunomodulator (bisa meningkatkan imun) untuk menyehatkan badan. Misalnya, tanaman meniran atau temulawak bisa dikonsumsi dengan dibuat ramuan tradisional atau jamu sendiri di rumah. Kementerian Kesehatan mencoba mengajak masyarakat, untuk bisa menjaga diri, dan keluarganya dengan memanfaatkan bahan yang ada di rumah,” tutur dokter Ina.

Seminar Herbal Sido Muncul di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Cirebon. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Pemaparan soal pemanfaatan Seminar Herbal ini juga dinilai baik oleh salah satu peserta bernama Dadan (29). “Dengan mengikuti seminar ini ada pengetahuan baru yang saya dapat. Mulai dari pemaparan pemerintah, aturan-aturan dari BPOM soal pengembangan obat khususnya pendekatan herbal. Sido Muncul juga memaparkan soal penelitiannya di UGM dan ternyata produknya diakui aman. Sehingga kita enggak ragu lagi untuk kembali ke herbal, kalau sudah parah banget baru mungkin bisa ke pengobatan medis,” pungkas laki-laki yang juga menjadi staf di Unswagati itu.

Potensi pemanfaatan obat herbal di Indonesia memang besar. Kekayaan hayati tersebut bisa menjadi pelindung masyarakat di tengah banyaknya gangguan penyakit saat ini. Dengan mencegah dan mengonsumsi obat-obatan herbal, bisa membantu menjaga kesehatan, sekaligus menjadikan Indonesia yang lebih sehat.

Pelantikkan Ketua IDI Kabupaten Cirebon

Giat student exchange program kerja sama FK, UGJ dan IMB, Mahidol University

Giat student exchange program kerja sama FK, UGJ dan IMB, Mahidol University, melibatkan mahasiswa FK UGJ dalam minggu pertama berupa kegiatan pembekalan basic laboratorium genetik dan selanjutnya mahasiswa akan tersebar di beberapa laboratorium.
Saat ini, mahasiswa aktif di laboratorium thalassemia mengerjakan multiplex GAP-PCR untuk mendiagnosis thalassemia alpha dan amplifikasi mutasi gen. Mereka juga dilibatkan dalam analisis keluarga dan penilaian risiko penurunan dari hasil molekuler.
Alhamdulillah, mahasiswa FK UGJ menunjukkan kemampuan dan kompetensi secara kompetitif baik dalam pembekalan maupun dalam progress test. Mahasiswa FK UGJ menempati 3 nilai tertinggi untuk skor progress test.
Pembelajaran tentang thalassemia ini juga sejalan dengan visi-misi FK UGJ dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran berbasis masyarakat. Diharapkan program ini mampu membentuk kemampuan/kompetensi mahasiswa nantinya dalam ranah pencegahan thalassemia di masyarakat.

Kuliah dosen tamu