Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Pimpinan dan Fakultas

Kepemimpinan dan tata Pamong

Sistem Tata pamong yang dibangun dan dikembangkan Program Studi Pendidikan Dokter meliputi kepemimpinan, pengelolaan, dan penjaminan mutu.  Sistem Tata pamong telah berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati dan dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh universitas dan fakultas.

Sistem Tata pamong di Fakultas Kedokteran Unswagati didukung oleh budaya organisasi yang kuat yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan, sanksi, dan prosedur layanan.

Pemangku Tata pamong  pada Program Studi Pendidikan Dokter terdiri atas Ketua Program Studi Pendidikan Dokter (KPSPD) yang dibantu oleh Sekretaris Program Studi tahap Sarjana Kedokteran dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. KPSPD dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, kepemimpinan dan kredibilitas yang bersangkutan serta dapat diterima oleh sivitas akademika prodi. Tata Cara pemilihan KPSPD dan sekretaris PS merujuk kepada Buku pedoman tata pamong Fakultas kedokteran

Dalam melaksanakan tugasnya seluruh unsur dalam tata pamong melaksanakan tugas sesuai Tugas pokok dan  fungsi (TUPOKSI) pada jabatannya masing-masing[1]. Langkah-langkah pelaksanaan tugas telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP)[2] sehingga semua keputusan, pelaksanaan dan pelaporan hasilnya dilakukan secara obyektif dan transparan.

KPSPD bertugas mengelola pelaksanaan proses pembelajaran, kegiatan dosen yang terkait dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (Tri Darma Perguruan Tinggi) dan juga pelayanan kepada mahasiswa. Dukungan KPSPD dalam pengelolaan pelayanan kepada mahasiswa dilakukan dalam bentuk akademik dan non akademik. Dukungan akademik dilakukan melalui perpustakaan dan sistem informasi online berupa pemberian layanan yang maksimal terhadap kebutuhan buku, literasi, dan akses internet yang dibutuhkan mahasiswa. Dukungan non akademik diberikan KPSPD melalui bimbingan kegiatan dan memfasilitasi setiap kegiatan ekstrakurikuler yang direncanakan oleh organisasi mahasiswa seperti LDFK, Tim bantuan medis, paduan suara, Futsal, Basket, Bulu Tangkis.[3]

Peran KPSPD terhadap kegiatan dosen sangat penting, Dosen berperan dalam menunjang kegiatan-kegiatan program studi antara lain sebagai dosen pembimbing akademik, pendamping kegiatan mahasiswa, pengelola Assessment, pengelola jurnal, pembimbing Karya Tulis Ilmiah (KTI), Penguji KTI, dosen pendamping Kuliah Kerja Nyata (KKN),  Pengelola dan konsultan Badan konsultasi dan konseling mahasiswa (BK2M), dan berbagai tugas yang ada hubungannya dengan Program studi. Penugasan pada fungsi-fungsi tersebut dilakukan melalui mekanisme pemilihan dalam forum rapat dosen  program studi dengan memperhatikan kompetensi, kredibilitas, dan integritas dosen yang bersangkutan.

Untuk menjamin akuntabilitas dan tanggungjawab tata pamong, KPSPD berkoordinasi dengan Unit penjaminan mutu fakultas dan dibantu oleh Gugus Kendali mutu Prodi (GKMP)[4]melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran seperti evaluasi dosen dan tutor oleh mahasiswa, evaluasi proses pembelajaran, tutorial PBL, praktikum  keterampilan klinik, praktikum biomedis dan lain-lain[5].Proses monitoring dilakukan secara berkala setiap blok dan hasil evaluasi dilaporkan kepada unit penjaminan mutu dan diteruskan kepada Dekan.[6]Laporan  pertanggungjawaban ini dijadikan sebagai bahan umpan balik untuk perbaikan kinerja Dosen di blok berikutnya serta dijadikan tolok ukur untuk

Sistem Tata pamong yang dibangun dan dikembangkan Program Studi Pendidikan Dokter meliputi kepemimpinan, pengelolaan, dan penjaminan mutu.  Sistem Tata pamong telah berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati dan dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh universitas dan fakultas.[1]

Sistem Tata pamong di Fakultas Kedokteran Unswagati didukung oleh budaya organisasi yang kuat yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan, sanksi, dan prosedur layanan.[2]

Pemangku Tata pamong  pada Program Studi Pendidikan Dokter terdiri atas Ketua Program Studi Pendidikan Dokter (KPSPD) yang dibantu oleh Sekretaris Program Studi tahap Sarjana Kedokteran dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. KPSPD dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, kepemimpinan dan kredibilitas yang bersangkutan serta dapat diterima oleh sivitas akademika prodi. Tata Cara pemilihan KPSPD dan sekretaris PS merujuk kepada Buku pedoman tata pamong Fakultas kedokteran[3]

Dalam melaksanakan tugasnya seluruh unsur dalam tata pamong melaksanakan tugas sesuai Tugas pokok dan  fungsi (TUPOKSI) pada jabatannya masing-masing[4]. Langkah-langkah pelaksanaan tugas telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP)[5] sehingga semua keputusan, pelaksanaan dan pelaporan hasilnya dilakukan secara obyektif dan transparan.

KPSPD bertugas mengelola pelaksanaan proses pembelajaran, kegiatan dosen yang terkait dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (Tri Darma Perguruan Tinggi) dan juga pelayanan kepada mahasiswa. Dukungan KPSPD dalam pengelolaan pelayanan kepada mahasiswa dilakukan dalam bentuk akademik dan non akademik. Dukungan akademik dilakukan melalui perpustakaan dan sistem informasi online berupa pemberian layanan yang maksimal terhadap kebutuhan buku, literasi, dan akses internet yang dibutuhkan mahasiswa. Dukungan non akademik diberikan KPSPD melalui bimbingan kegiatan dan memfasilitasi setiap kegiatan ekstrakurikuler yang direncanakan oleh organisasi mahasiswa seperti LDFK, Tim bantuan medis, paduan suara, Futsal, Basket, Bulu Tangkis.[6]

Peran KPSPD terhadap kegiatan dosen sangat penting, Dosen berperan dalam menunjang kegiatan-kegiatan program studi antara lain sebagai dosen pembimbing akademik, pendamping kegiatan mahasiswa, pengelola Assessment, pengelola jurnal, pembimbing Karya Tulis Ilmiah (KTI), Penguji KTI, dosen pendamping Kuliah Kerja Nyata (KKN),  Pengelola dan konsultan Badan konsultasi dan konseling mahasiswa (BK2M), dan berbagai tugas yang ada hubungannya dengan Program studi. Penugasan pada fungsi-fungsi tersebut dilakukan melalui mekanisme pemilihan dalam forum rapat dosen  program studi dengan memperhatikan kompetensi, kredibilitas, dan integritas dosen yang bersangkutan.

Untuk menjamin akuntabilitas dan tanggungjawab tata pamong, KPSPD berkoordinasi dengan Unit penjaminan mutu fakultas dan dibantu oleh Gugus Kendali mutu Prodi (GKMP)[7]melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran seperti evaluasi dosen dan tutor oleh mahasiswa, evaluasi proses pembelajaran, tutorial PBL, praktikum  keterampilan klinik, praktikum biomedis dan lain-lain[8].Proses monitoring dilakukan secara berkala setiap blok dan hasil evaluasi dilaporkan kepada unit penjaminan mutu dan diteruskan kepada Dekan.[9]Laporan  pertanggungjawaban ini dijadikan sebagai bahan umpan balik untuk perbaikan kinerja Dosen di blok berikutnya serta dijadikan tolok ukur untuk penilaian Dosen berprestasi yang ditetapkan setiap tahun.

Tata pamong yang adil diupayakan dengan memberikan kesempatan yang sama, menerapkan desentralisasi kewenangan yang proporsional di antara semua bidang yang ada di program studi, seperti bagian biomedis dan bagian keterampilan  klinis. Desentralisasi kewenangan yang diberikan oleh KPSPD meliputi pengusulan SDM, alat dan bahan, buku panduan praktikum, dan lain-lain.

Interaksi sivitas akademika dalam lingkup kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta interaksi dengan masyarakat pada umumnya diatur melalui kode etik atau pedoman tertulis yang merupakan standar perilaku bagi sivitas akademika UGJ Cirebon. Kode etik dosen dan karyawan di lingkungan Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon mengacu pada Pedoman Kode Etik Dosen, Tenaga Kependidikan dan Karyawan.[10]

Dalam lingkup kegiatan tridharma, kode etik mengatur etika pelaksanaan tridarma sebagaimana tercantum dalam BAB III pasal 6 yaitu : Setiap dosen dalam bersikap dan melakukan tindakan menjunjung tinggi etika pelaksanaan Tridarma diantaranya berlaku adil dan sungguh-sungguh dalam memberikan bantuan dan pelayanan kepada mahasiswa, menunjukan sikap yang patut dijadikan panutan (role model) bagi mahasiswa, bersungguh dalam memelihara kemampuan dan kemajuan akademik dalam disiplin ilmu masing-masing sehingga dapat terus mengikuti arah perkembangan ilmu dan teknologi, bersungguh untuk melakukan dan menghasilkan penelitian, mematuhi etika penelitian dan pengabdian masyarakat, menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran ilmiah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang melanggar norma masyarakat ilmiah seperti penjiplakan, pemalsuan data, dan sebagainya.

Untuk kepastian penegakan kode etik dosen, maka kode etik ini dijadikan sebagai bagian dari tata tertib yang berlaku di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung jati. Setiap dosen yang terbukti melanggar kode etik dikenakan sanksi disiplin[11]oleh dekan yaitu berupa sanksi ringan, sedang, dan berat.  Adanya Peraturan Kode Etik Dosen ini menjadikan sebuah kekuatan dalam peningkatan mutu manajemen Dosen pada Fakultas Kedokteran.