Pendidikan Profesi

No. Kode Kepaniteraan Jenis Kepaniteraan Lama Pelaksanaan (Minggu Efektif) Bobot sks Kelengkapan*
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 HPD 9.1 Ilmu Penyakit Dalam 10 5 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
2 HPD 9.2 Ilmu Kesehatan Anak 10 5 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
3 HPD 9.3 Ilmu Bedah 10 5 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
4 HPD 9.4 Obstetri dan Ginekologi 10 5 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
5 HPD 9.5 Anestesiologi 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
6 HPD 9.6 Radiologi 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
7 HPD 9.7 Ilmu Penyakit Saraf 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
8 HPD 9.8 Ilmu penyakit THT 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
9 HPD 9.9 Ilmu Penyakit Mata 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
10 HPD 9.10 Ilmu kesehatan Jiwa 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
11 HPD 9.11 Ilmu Kedokteran Forensik 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
12 HPD 9.12 Ilmu penyakit Kulit & Kelamin 4 2 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
13 HPD 9.13 Ilmu Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat 12 6 panduan atau modul dan logbook kepaniteraan
Total 84 42

Minimum jumlah sks untuk tahap profesi:  42  sks

Catatan: *Kelengkapan termasuk adanya panduan atau modul dan logbook kepaniteraan dll.

Rotasi Pendidikan

Pendidikan Tahap Profesi Dokter (kepaniteraan klinik) Fakultas Kedokteran UGJ diselenggarakan di  4 rumah sakit, yaitu RSUD Waled sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan RS Bhayangkara Semarang, RSJD Aminogondohutomo Semarang dan RSUD Tugurejo Semarang sebagai Rumah Sakit Afiliasi. Pendidikan tahap profesi dilaksanakan selama 4 semester.

Satu kelompok kepaniteraan klinik terdiri dari  9 – 10 mahasiswa yang akan menjalani stase sesuai dengan jadwal rotasi yang sudah ditetapkan oleh bagian Profesi. Stase yang dijalani di RSUD Waled adalah empat bagian dasar (Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, Obstetri-Gynekologi) yang dilaksanakan selama 10 minggu dan beberapa bagian penunjang yang dilaksanakan selama 4 minggu (Ilmu Penyakit Saraf, Mata, THT, Radiologi, Anestesi). Stase Ilmu Kesehatan Jiwa dilaksanakan di RS Jiwa Dr. Amino Gondohutomo Semarang, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal dilaksanakan di RS Bhayangkara Semarang, sedangkan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin dilaksanakan di RSUD Tugurejo Semarang.

Stase terakhir yang akan dijalani oleh mahasiswa tahap kepaniteraan klinik adalah stase komprehensif (Kedokteran Keluarga dan Komunitas) selama 12 minggu di Puskesmas. Stase Kedokteran keluarga dan komunitas dilakukan setelah mahasiswa melewati seluruh bagian di Rumah Sakit. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa menjalani orientasi dan pembekalan selama 1 minggu yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UGJ dan Pihak terkait. Pada state komprehensif mahasiswa diharapkan mempelajari manajemen pelayanan primer dan menyusun strategi pemecahan permasalahan kesehatan di masyarakat dengan menerapkan prinsip tatalaksana yang komprehensif, meliputi pencegahan primer (preventif dan promotif), sekunder (kuratif) dan tersier (rehabilitatif). Pada stase ini mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam berbagai kasus kesehatan yang sering didapatkan pada tingkat pelayanan primer, baik dalam jumlah maupun variasi kasus.

Pendidikan Tahap Profesi dilaksanakan selama 84 minggu, termasuk masa ujian, terhitung dari pertama kali masuk siklus. Pada setiap minggu terakhir stase di bagian, mahasiswa diwajibkan menempuh ujian. Untuk stase yang dilaksanakan selama 4 minggu (bagian penunjang), ujian akan dimulai pada awal minggu ke 4 sedangkan untuk stase yang dilaksanakan selama 10 minggu (bagian dasar), ujian akan dilaksanakan pada awal minggu ke 10. Ujian stase Kedokteran Keluarga dan Komunitas yang dilaksanakan selama 12 minggu, ujian akan dilaksanakan pada dua minggu terakhir. Hasil evaluasi ditentukan dari nilai proses dan nilai ujian akhir. Bobot masing-masing nilai ditentukan oleh masing-masing bagian.

KEGIATAN PEMBELAJARAN KEPANITERAAN KLINIK

A.   Bedside teaching (BST)

Bedside teaching adalah proses pembelajaran yang kontekstual dan interaktif antara dokter muda dengan pasien dibawah bimbingan preseptor klinik. Tempat pembelajaran dapat dilakukan di : rumah sakit, fasilitas perawatan jangka panjang maupun di poliklinik dan puskesmas. Bedside teaching merupakan inti dari pembelajaran di kepaniteraan klinik atau clinical teaching yang ideal untuk mendemonstrasikan teknik pemeriksaan fisik, interview dan pengembangan interpersonal skills. Selain itu dokter muda dapat  melihat preseptor klinik sebagai role model pada kegiatan bedside teaching.

Pelaksanaan

Bedside teaching dilaksanakan setiap hari pada saat dokter muda menjalankan kepaniteraan klinik ketika berada di : poli rawat jalan, visite pasien rawat inap dan pada saat jaga di IGD.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat BST :

1.      Aspek etik medikolegal dalam hubungan dokter dan pasien

2.      Kesempatan dokter muda untuk bisa berinteraksi dengan pasien.

3.      Refleksi hasil interaksi dokter muda dengan pasien

4.      Feedback yang konstruktif  dari preseptor klinik sebagai evaluasi formatif

5.      Fungsi preseptor klinik sebagai role model.

 

B. Morning  Report Session

Kegiatan pembelajaran ini merupakan diskusi antara dokter muda dengan preseptor klinik mengenai kasus yang didapatkan oleh dokter muda yang sebelumnya berdinas malam (jaga malam). Kasus yang didiskusikan adalah kasus-kasus yang ada dibangsal maupun yang ditemukan di UGD. Dokter muda mempresentasikan kasus yang didapat dan dilakukan diskusi dengan pembimbing klinik.

Pelaksanaan

Presentasi kasus untuk morning report ini dilaksanakan setiap pagi pada saat dokter muda selesai dinas malam yang dilakukan di ruang diskusi di mana dokter muda secara individual mempresentasikan kaus-kasus yang dinilai menarik dan penting pada saat jaga malam.Pada saat tersebut diharapkan preseptor klinik dapat memberikan masukan dan juga bimbingan terhadap kasus yang sedang dipresentasikan oleh dokter muda.preseptor klinik melakukan metode one minute preseptor pada saat presentasi kasus morning report.

C. Tutorial Klinik

Tutorial klinik adalah : Suatu kegiatan pembelajaran berupa diskusi kelompok kecil yang difasilitasi oleh preseptor klinik dari bagian klinik yang terkait yang berorientasi pada masalah pasien.

Tujuan :

1.      Memperluas kesempatan dokter muda untuk berinteraksi dengan pasien secara langsung.

2.      Melatih dokter muda untuk mengikuti perjalanan penyakit pasien secara runtut.

3.      Melatih dokter muda untuk melakukan penalaran klinik.

4.      Melatih dokter muda agar mampu menangani pasien secara komprehensif berdasarkan bukati ilmiah.

5.      Melatih dokter muda untuk tanggap terhadap permasalahan-permasalahan dalam praktek yang mempengaruhi penanganan pasien.

Metode :

A.    Identifikasi kasus

Mahasiswa secara mandiri atau berdasar pilihan dari preseptor klinik mengidentifikasi kasus yang sesuai dengan Standsar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang telah ditentukan oleh masing-masing bagian. Kasus dapat diperoleh diberbagai tempat pembelajaran klinik baik dirawat inap maupun dirawat jalan.

B.     Bed side learning

Secara mandiri atau dibawah pengawasan preseptor klinik dokter muda melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta mempelajari pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan. Hasil bed side learning ini sebagai bahan untuk didiskusikan dalam tutorial tahap I.

C.     Tutorial I

Target : Masalah pasien, diagnosa banding dan learning objective/tujuan belajar.

Dalam tutorial tahap I ini, diskusi dilakukan berdasarkan hasil dari bedside learning. Instruktur klinik / CI memfasilitasi tutorial ini untuk mencapai target dalam tutorial I yaitu : menentukan masalah pasien, membuat diagnosis banding serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipelajari dan diketahui lebih lanjut oleh dokter muda (learning objective/tujuan belajar)

D.    Belajar mandiri

Belajar mandiri, Follow up pasien dan kunjungan rumah.

Hal-hal yang diidentifikasi dalam tutorial 1 untuk dipelajari atau diketahui lebih lanjut menjadi dasar bagi dokter muda untuk melakukan follow up ke pasien untuk mengetahui perkembangan penyakit dan penanganannya serta belajar mandiri baik dengan jalan diskusi dengan dokter yang mengelola konsultan maupun belajar dari sumber-sumber ilmiah. Bila diperlukan dokter muda dapat melakukan kunjungan rumah untuk mengetahu perkembangan pasien. Hasil dari langkah 4 ini menjadi dasar diskusi pada tutorial II.

E.     Tutorial II

Target Diagnosis dan Terapi.

Target dari Tutorial II ini adalah menentukan diagnosis dan terapi pasien. Seandainya ada perlu juga didiskusikan gap yang terjadi antara penanganan yang ideal berdasarkan bukti ilmiah serta kenyataan yang dialami pasien dan dielaborasi mengapa hal ini terjadi serta bagaimana sebaiknya seandainya permasalahan yang sama muncul dikemudian hari.

 

Pelaksanaan :

Tutorial klinik dilaksanakan 4x untuk rotasi 4 dasar (10 minggu) dilaksanakan pada minggu ke-2, 4 6 dan 8 dan 2x untuk rotasi penunjang (4 minggu) pada minggu ke-2 dan 3 pada rotasi penunjang. Dalam kegiatan tutorial klinik dokter muda dinilai menggunakan format yang telah disediakan, meliputi : Penalaran klinik, relevansi bukti-bukti untuk penalaran klinik, komunikasi dan profesional behaviour.

Rincian Pelaksanaan Di setiap Kepaniteraan :

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Anestesi dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.         Bed side teaching yang dilaksanakan setiap hari

b.        Morning Report Session dilaksanakan setiap hari setelah dokter muda jaga

c.         Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1 kasus/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di bangsal, Unit Gawat Darurat dan kamar operasi. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Bedah dilaksanakan selama 10 Minggu, terdiri dari 9 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching yang dilaksanakan setiap hari

b.      Morning Report Session dilaksanakan setiap hari setelah dokter muda jaga

c.       Tutorial Klinik yang dilaksanakan selama 4x pada minggu ke 2, 4, 6 dan 8

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 2 kasus/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal, Unit Gawat Darurat, dan Ruang Operasi. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut :

  1. Presentasi kasus

Presentasi kasus dilaksanakan minimal 1 kali dalam 1 rotasi untuk masing-masing mahasiswa dengan mengambil kasus yang pernah ditemui.

  1. Referat

Referat dilaksanakan minimal 1 kali dalam 1 rotasi untuk masing-masing mahasiswa dengan mengangkat kasus yang dianggap menarik namun jarang atau bahkan tidak ditemui.

  1. Tutorial klinik

Tutorial klinik adalah : Suatu kegiatan pembelajaran berupa diskusi kelompok kecil yang difasilitasi oleh preseptor klinik dari bagian klinik yang terkait yang berorientasi pada masalah pasien

  1. Journal reading

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Kesehatan Anak dilaksanakan selama 10 Minggu, terdiri dari 9 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi.Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.    Bed side teaching yang dilaksanakan setiap hari

b.    Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

c.    Tutorial Klinik dilaksanakan selama 4x yaitu pada minggu ke 2, 4, 6, dan 8

d.   Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 2kasus/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal, Unit Gawat Darurat. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Kesehatan Jiwa dilaksanakan selama 4 minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

  1. Bed side teaching dilaksanakan setiap hari
  2. Tutorial Klinik dilaksanakan selama 2x pada minggu ke 2 dan ke 3
  3. Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1 kasus/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal dan unit gawat darurat. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

b.      Penugasan Referat dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

c.       Tutorial Klinik dilaksanakan pada minggu ke 2 dan ke 3

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Mata dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

1.      Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

2.      Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

3.      Tutorial Klinik dilaksanakan sebanyak 2x yaitu pada minggu ke 2 dan ke 3

4.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Penyakit Dalam dilaksanakan selama 10 Minggu, terdiri dari 9 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

b.      Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

c.       Tutorial Klinik selama 4x yaitu pada minggu ke 2, 4, 6, dan 8

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 2/mahasiswa

e.       Referat dilaksanakan minimal 2/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal, Unit Gawat Darurat. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Radiologi dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Tutorial Klinik sebanyak 2x yaitu pada minggu ke 2 dan ke 3

b.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

c.       Referat dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik dan ruang radiologi. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Saraf dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

b.      Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

c.       Tutorial Klinik sebanyak 2x yaitu pada minggu ke 2 dan ke 3

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu THT-KL dilaksanakan selama 4 Minggu, terdiri dari 3 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas – aktivitas  yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

b.      Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

c.       Tutorial Klinik sebanyak 2x yaitu pada minggu ke 2 dan ke 3

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 1/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.

Kegiatan pembelajaran pada P3D Ilmu Kebidanan dan Kandungan dilaksanakan selama 10 Minggu, terdiri dari 9 minggu pembelajaran dan 1 minggu evaluasi. Aktivitas–aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian kompetensi di atas adalah sebagai berikut:

a.       Bed side teaching dilaksanakan setiap hari

b.      Morning Report Session dilaksanakan setiap pagi setelah mahasiswa jaga

c.       Tutorial Klinik selama 4x yaitu pada minggu ke 2, 4, 6, dan 8

d.      Refleksi Kasus dilaksanakan minimal 2/mahasiswa

Kegiatan harian dokter muda mengikuti kegiatan di poliklinik, bangsal, Unit Gawat Darurat. Dokter muda harus melakukan aktivitas sesuai panduan dan mengisi format yang telah tersedia dalam buku log. Setiap melakukan aktivitas dokter muda meminta paraf preseptor klinik.